Waspada! Ini 5 Penyakit dan Hama yang Menghambat Proses Produksi Daun Teh

Hama Tanaman Teh

Diantara banyaknya kendala dalam budidaya daun teh salah satu yang menghambat proses produksi panen daun teh yaitu penyakit dan hama daun teh. Walaupun tak semua hama bisa memengaruhi produksi tanaman, kehadirannya tetap saja harus diberantas. Untuk itu, berikut ini beberapa penyakit dan hama daun teh yang harus Anda waspadai.

Ulat Api

Untuk gejala dari serangan hama daun teh yang satu ini ditemukan pada daun teh yang menggulung. Di bagian dalam daun ini sudah rusak dan menyebabkan pertumbuhan daun tak normal seperti menggulung dan terlipat. Hama ini harus dibasmi, bisa dilakukan dengan mengambilnya langsung dari perkebunan atau menyebarkan musuh hayatinya, seperti Macrocentrus homonae dan Elasmus homonae. Atau, bisa menggunakan insektisida berbahan aktif sipermetrin.

Pengisap Pucuk Daun Teh

Hama ini akan menyerang pucuk serta daun yang masih muda. Daun teh yang terkena hama ini akan tampak kotor, tampak bercak-bercak cokelat, dan akan menyebabkan kematian. Serangan yang cukup parah dapat menyebabkan pembengkakan pada cabang sehingga pertumbuhan tanaman menjadi tidak normal.

Pengendalian hama ini dilakukan dengan pemetikan yang menggunakan daur petik tujuh hari rutin, sanitasi kebun yang baik, pelepasan predator alami seperti hierodula dan tenodera, serta penyemprotan insektisida berbahan aktif carabaryl dan amitraz.

Baca Juga:
Tips Jitu Menjaga Kualitas Air Kolam Agar Ikan Lele Tetap Sehat
Terapkan 5 Konsep Ini, Dijamin Hasil Budidaya Ikan Nila Melimpah!
Jenis Tanaman yang Sulit Berbuah Saat Musim Hujan, Apa Itu?

Ulat Srengenge

Hama ulat ini sering menyerang daun teh, baik muda ataupun tua. Dampaknya, perkebunan bisa menjadi gundul bila serangan yang terjadi cukup parah. Untuk mengendalikan hama ini bisa dilaksanakan dengan cara membuang dan melepas parasit sebagai musuh hayatinya. Cara lainnya juga bisa dilaksanakan dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif sipermentrin.

Penyakit Cacar Daun Teh

Penyebab penyakit ini adalah cendawan, gejala yang ditimbulkan berupa bercak kecil berwarna hijau pucat, lalu daun menjadi cekung, tertutup debu putih kelabu, permukaan atas licin, mengilap dan biasanya lebih pucat daripada bagian yang sehat.

Pengendalian penyakit ini dapat dikurangi dengan mengurangi pohon pelindung, pemangkasan sejajar permukaan tanah, pemetikan dengan daur pendek, penanaman klon tanah cacar, dan penyemprotan fungisida.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Penyakit Akar Merah

Penyebab penyakit ini adalah cendawan. Gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini adalah daun layu, dan rontok, bahkan dapat menyebabkan kematian. Pengendaliannya dapat dilakukan dengan membongkar dan membakar teh yang sakit serta fumigasi tanah dengan metil bromida atau vapam.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Waspada! Ini 5 Penyakit dan Hama yang Menghambat Proses Produksi Daun Teh” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Waring Sayur untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Jenis Tanaman yang Sulit Berbuah Saat Musim Hujan, Apa Itu?

Sidak semua jenis buah-buahan dapat tumbuh dan berbuah pada saat musim hujan. Meskipun, hujan dapat menyuburkan tanah dan mengembalikan keseimbangan air tanah. Berikut ini beberapa jenis buah-buahan yang sulit berbuah pada saat musim hujan.

Rambutan

Buah Rambutan

Rambutan merupakan buah musiman yang biasanya akan berbuah di penghujung tahun hingga awal tahun berikutnya, yang identik dengan musim hujan. Namun, pembuahan rambutan tidak dapat dilakukan pada saat musim hujan. Ini karena hujan yang jatuh mengenai pohon akan menyebabkan gugur bunga sehingga pohon tidak mengalami pembuahan. Air hujan juga memicu timbulnya serangan penyakit mildu tepung.

Namun, jika musim kemarau terjadi berkepanjangan, juga tidak baik untuk kualitas buah. Buah menjadi kurang berisi dan bijinya tidak berkembang.

Baca Juga:
Ingin Budidaya Jambu Biji Anda Rajin Berbuah, Terapkan Cara Jitu Ini!
5 Tahapan Sukses Dalam Pembenihan Lobster, Mau Tau?
Teknik Pemasaran Sayur Organik Ala Milenial, Harus Dicoba Nih!

Semangka

Buah Semangka

Tanaman semangka akan tumbuh baik di dataran rendah hingga dataran tinggi sekitar 0—1.000 mdpl. Daerah tumbuh yang baik sebaiknya relatif kering serta daerah yang berkapur dan tanahnya subur. Namun, semangka masih dapat tumbuh dengan baik pada musim hujan atau pada iklim basah. Asalkan daerah tersebut bebas dari kabut dan air tidak menggenangi tanah.

Anggur

Buah Anggur

Anggur merupakan tanaman dataran rendah yang mampu tumbuh dengan baik pada musim panas dengan kelembapan udara yang rendah. Musim panas berkepanjangan justru baik untuk meningkatkan mutu buah anggur, terutama aroma buah. Tanaman ini tidak menyukai daerah yang berkabut dan lembap. Pasalnya, pada saat itu penyakit dan hama lebih mudah berkembang biak, serta angin kencang mampu merusak tanaman anggur.

Apel

Buah Apel

Tanaman dataran tinggi ini lebih dapat tumbuh subur pada musim panas. Jika ditanam pada musim hujan, buahnya malah tidak manis dan menimbulkan berbagai kendala. Kendala utama dari pohon apel pada musim hujan adalah penyakit daun.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Jeruk

Buah Jeruk

Jeruk merupakan buah yang sangat mudah untuk ditemui di pasaran. Buah jeruk memang masih bisa tumbuh dan berbuah pada musim hujan. Namun, pada musim hujan, pohon jeruk lebih rentan terkena penyakit daun. Agar menghasilkan buah yang bermutu tinggi, buah jeruk memerlukan intensitas cahaya matahari yang cukup banyak untuk mengubah warna menjadi merah.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Jenis Tanaman yang Sulit Berbuah Saat Musim Hujan, Apa Itu?” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Waring Sayur untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Ingin Budidaya Jambu Biji Anda Rajin Berbuah, Terapkan Cara Jitu Ini!

Budidaya Jambu Biji

Jambu biji sangat mudah ditemui di Indonesia. Bahkan, banyak orang yang menanamnya di pekarangan rumah. Buah yang sudah masak akan bergelantungan di antara tajuk tanaman sehingga dapat memperindah pekarangan rumah. Buahnya berbentuk hampir bulat, kulit buah berwarna hijau dan daging berwarna merah muda. Ada beberapa cara untuk membuat jambu biji rajin berbuah.

> Lakukan Penyiraman Sebanyak Satu Kali Sehari

Setelah dua minggu pertama bibit ditanam pada media tanam, penyiraman bisa dilaksanakan sebanyak satu kali sehari dan sebaiknya dikerjakan pada sore hari. Semakin pohon tumbuh besar, frekuensi penyiraman akan semakin berkurang, misal selama dua hari sekali.

Pada pohon yang ditanam dalam pot, penyiraman tetap perlu dilaksanakan pada saat musim hujan dan ketika musim kemarau. Penyiraman dilaksanakan sebanyak dua kali sehari supaya jambu biji rajin berbuah.

> Berikan Pupuk yang Teratur

Supaya kandungan organik serta kondisi tanah terjaga dengan baik, berikan pupuk yang sesuai, yakni pupuk NPK seimbang setiap 3—4 bulan sekali dan berikan pupuk kandang setiap enam bulan sekali. Pupuk kandang yang digunakan untuk tanaman di pot sebanyak 3 kg per pot, sedangkan untuk tanaman yang ditanam di tanah diberikan sebanyak 15 kg per pot.

Baca Juga:
5 Tahapan Sukses Dalam Pembenihan Lobster, Mau Tau?
Teknik Pemasaran Sayur Organik Ala Milenial, Harus Dicoba Nih!
Atasi Retak Daun Saat Proses Tanam dengan Cara Jitu Ini, Mau Tau!

> Potong Cabang

Ketika memasuki musim awal berbuah, potong cabang pohon yang subur untuk membentuk struktur pohon terbuka. Yang nantinya akan menghasilkan buah sangat baik dan cabang akan cepat dewasa. Pangkaslah cabang atau ranting yang sudah terlihat tua, apalagi cabang yang terlihat sedang sakit.

Kerjakan proses pemangkasan ringan secara rutin dan berulang-ulang untuk memicu pohon menghasilkan pucuk sepanjang tahun. Pemangkasan cabang dilaksanakan dengan memangkas dari ujung cabang sepanjang 10cm — 20cm untuk memicu munculnya tunas dan bunga.

Apabila panen sudah berlangsung, pangkas pohon supaya ketika musim panen berikutnya buah yang tumbuh serentak dan menghasilkan panen yang maksimal.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

> Penjarangan Buah

Laksanakan penjarangan buah yang tumbuh di bagian samping-samping pohon dan membiarkan buah yang tumbuh di tengah pohon.

> Lakukan Pembungkusan Buah

Buah yang sudah matang rawan terkena serangan hama hewan seperti codot. Untuk menghindarinya, buah yang akan masak harus dibungkus dengan kantung kertas atau plastik.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Ingin Budidaya Jambu Biji Anda Rajin Berbuah, Terapkan Cara Jitu Ini!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Waring Sayur untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Teknik Pemasaran Sayur Organik Ala Milenial, Harus Dicoba Nih!

Sayuran Organik

Banyak orang tertarik tren urban farming. Bahkan, bukan hanya untuk skala konsumsi, melainkan sudah mulai tertarik untuk mengembangkannya menjadi bisnis. Namun, tidak jarang banyak yang belum tahu bagaimana cara pemasaran sayur organik yang mereka hasilkan. Simak penjelasan berikut agar Anda tidak kebingungan untuk melakukan pemasaran.

Pada umumnya hasil sayuran yang didapatkan dari bertanam secara organik dengan sistem hidroponik, akuaponik, ataupun vertikultur akan memiliki harga jual tinggi. Hal ini dikarenakan kandungan nutrisi yang terkandung lebih baik jika dibandingkan dengan sayuran yang dihasilkan dari perkebunan konvensional.

Harga jual tinggi tidak akan menghasilkan pendapatan apabila sayuran dan ikan tidak dipasarkan dengan baik. Sebagian masyarakat masih ragu untuk memulai usaha berbisnis sayuran organik karena tidak tahu akan dipasarkan ke mana sayuran tersebut.

Sebelum melakukan pemasaran sayur organik, Anda harus sudah mengenal dengan baik sayuran organik tersebut. Ciptakan kualitas yang baik serta lakukan pemasaran yang menarik sehingga konsumen atau pelanggan jatuh hati pada produk Anda. Ketika konsumen sudah jatuh hati, mereka akan mempromosikan produk Anda. Berikut ini beberapa cara pemasaran yang dapat Anda lakukan.

Baca Juga:
Atasi Retak Daun Saat Proses Tanam dengan Cara Jitu Ini, Mau Tau!
Ternyata, Ini Alasan Mengapa Pembudidaya Lele Harus Gunakan Metode Bioflok!
Selain Menghasilkan Minyak, Ternyata Limbah Sawit Juga Bermanfaat Loh!

Media Sosial

Media sosial merupakan wadah paling mudah untuk melakukan pemasaran yang efektif untuk menjangkau konsumen dari segala penjuru. Anda dapat gunakan media sosial atau website. Sudah banyak website atau media sosial yang digunakan oleh petani milenial sukses untuk memasarkan produknya.

Dijual Langsung dari Garasi Rumah

Jika sayuran yang Anda hasilkan banyak, Anda dapat melakukan pemasaran dengan cara yang amat mudah. Cukup sediakan lapak kecil di garasi rumah untuk memajang hasil sayuran Anda. Anda dapat melakukan berbagai teknik pengiklanan yang menarik dengan menuliskan kelebihan produk.

Ikut Serta Pada Acara Pameran dan Bazar

Melalui pameran, Anda dapat melakukan ekspansi pasar lebih luas lagi. Pengunjung pameran dan bazar akan berasal dari berbagai daerah. Bahkan, tidak jarang pengunjung pameran atau bazar merupakan orang berpengaruh atau seorang influencer. Jadi, siapkan produk yang terbaik.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Pemasaran ke Swalayan

Harga sayuran organik memang terbilang lebih mahal sehingga target pembeli sudah pasti mereka yang memiliki kemampuan lebih. Anda dapat memasarkan produk melalui kerja sama dengan toko swalayan.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Teknik Pemasaran Sayur Organik Ala Milenial, Harus Dicoba Nih!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Waring Sayur untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Atasi Retak Daun Saat Proses Tanam dengan Cara Jitu Ini, Mau Tau!

Plastik Penutup Tanaman

Pasar umumnya menolak sayuran yang kondisi daunnya retak. Dan bahkan, ada daun sayuran bisa robek di beberapa bagian. Retak daun memang bisa timbul ketika masih masa penanaman. Yang awalnya retakan halus, sampai akhirnya sesudah sekitar 4—5 hari daun akan patah. Akibatnya ketika proses penyortiran, daun tersebut tak bisa digunakan. Solusi mengatasi retak daun bisa dilaksanakan proses penyungkupan.

Retak yang terjadi di daun bisa diakibatkan oleh banyak faktor. Salah satunya yaitu tindakan pemupukan unsur nitrogen yang berlebihan. Faktor tanah juga bisa menjadi pendukung retak pada daun menjadi parah. Salah satunya, kondisi tanah yang memiliki tingkat kelembapan terlalu tinggi akibat terlalu berlebihan ketika melaksanakan proses penyiraman.

Oleh sebab itu, penting memberikan pupuk dengan unsur antara nitrogen, fosfor, dan kalium yang berimbang. Bukan hanya itu, penting untuk memahami teknik penyiraman yang tepat. Penyiraman yang tepat harus menyesuaikan dengan kondisi cuaca serta suhu yang sedang terjadi.

Baca Juga:
Ternyata, Ini Alasan Mengapa Pembudidaya Lele Harus Gunakan Metode Bioflok!
Selain Menghasilkan Minyak, Ternyata Limbah Sawit Juga Bermanfaat Loh!
Pahami Faktor Penting Ini Sebelum Melakukan Budidaya Gurami

Pada saat musim hujan, penyiraman tak perlu dilaksanakan setiap hari. Akan tetapi, pada musim kemarau penyiraman bisa dilaksanakan sebanyak dua kali sehari. Penyiraman yang terlalu banyak mengakibatkan daun menyerap air secara berlebih sehingga kandungan air di dalam daun menjadi banyak. Dengan begitu, ketika suhu udara tinggi, terjadi penguapan yang tinggi dan memicu timbulnya retak di permukaan daun.

Sungkup merupakan teknik melindungi tanaman dari terpaan air hujan secara langsung dan sekaligus mencegah embun menempel pada daun. Daun yang sudah retak bisa mengundang cendawan sehingga mempercepat proses pembusukan pada tanaman.

Pemakaian sungkup sudah terbukti mampu mengurangi kegagalan panen. Hal ini bisa dilihat dari penanaman sayuran di dataran tinggi yang mempunyai suhu tinggi mampu ditekan angka retak daun karena menyungkupkan tanaman.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Sungkup bisa dibuat dari plastik ataupun jaring serangga. Kedua bahan ini mampu menahan laju air hujan yang menerpa tanaman dan sekaligus menghindari tanaman dari terpaan sinar matahari secara langsung.

Sungkup bisa dipasang ketika bibit berumur 7 hari dengan tinggi 5cm—6cm dan terdapat 2—3 helai daun, kemudian dipindahkan ke bedengan untuk dibesarkan. Saat itu sungkup dipasang di atas bedengan dengan memakai kerangka bambu untuk menopang sungkup.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Atasi Retak Daun Saat Proses Tanam dengan Cara Jitu Ini, Mau Tau!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Waring Sayur untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Selain Menghasilkan Minyak, Ternyata Limbah Sawit Juga Bermanfaat Loh!

Limbah Sawit

Pemanfaatan limbah sawit sebagai pakan ternak belum banyak dilaksanakan. Padahal, sawit merupakan tanaman industri dengan limbah yang cukup banyak. Penambahan perkebunan sawit juga terus terjadi sepanjang tahun membuat bahan baku limbah sawit tersedia dengan sangat banyak.

Hasil samping pengolahan perkebunan sawit sangatlah beragam. Umumnya, limbah sawit yang dipakai sebagai bahan baku pembuatan pakan merupakan pelepah sawit, lumpur sawit atau dikud decanter, bungkil inti sawit atau palm kernel cake, dan rumput liar yang tumbuh di sekitaran lahan sawit.

Sebagai perbandingan, pelepah sawit mengandung serat kasar sebanyak 50,94%, protein sebanyak 5,1%, dan lemak sebanyak 1%. Satu pelepah sawit berbobot rata-rata 5 kg. Dalam satu hektare lahan, Anda bisa memanen sampai 9 ton pelepah segar.

Pakan Ternak dari Limbah Sawit

Sebagai gambaran, sapi bali dewasa dengan berat 250 kg memerlukan pakan bahan kering sebanyak 8,75 kg per hari. Pelepah yang diperoleh dari satu hektare lahan sawit tersebut mampu menghasilkan setara 0,66 ton bahan kering.

Baca Juga:
Pahami Faktor Penting Ini Sebelum Melakukan Budidaya Gurami
Ingin Buat Aquascape, Ini 4 Jenis Tanaman yang Cocok!
Mengulik 5 Jenis Teh Termahal di Dunia, Mau Tau?

Sementara itu, lumpur sawit mengandung serat kasar yang lebih rendah yakni hanya 35,88%. Akan tetapi, lumpur sawit mengandung protein yang lebih tinggi, yaitu 14,4% dan lemak sebanyak 14,78%.

Lumpur sawit merupakan limbah yang paling disukai oleh ternak. Anda bisa memfermentasi lumpur ini terlebih dulu sebelum diberikan kepada ternak ataupun memberikannya dalam keadaan segar.

Bukan hanya pelepah dan lumpur sawit, bungkil inti sawit juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pakan ternak berkualitas. Bungkil sawit mengandung serat kasar sebanyak 36,68% dengan kadar protein tertinggi di antara limbah yang lain yakni 18,15%. Bungkil inti sawit juga mengandung lemak sebanyak 6,49%.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Kandungan protein yang tinggi pada bungkil inti sawit ini membuatnya banyak diincar sebagai bahan baku pakan ternak. Hanya saja, nilai palatabilitas dari bungkil inti sawit juga rendah akibat kandungan seratnya lebih tinggi ketimbang jenis limbah sawit yang lainnya.

Anda bisa memberikan bungkil inti sawit kepada ternak milik Anda. Tetapi, sebaiknya pakan ini tidak diberikan secara tunggal. Akibat yang ditimbulkan apabila Anda mengerjakan hal tersebut bisa fatal, organ pencernaan sapi bisa terganggu. Campurlah bungkil inti sawit dengan jenis pakan lain supaya tetap bisa dicerna sapi dengan baik.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Selain Menghasilkan Minyak, Ternyata Limbah Sawit Juga Bermanfaat Loh!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Waring Sayur untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Mengulik 5 Jenis Teh Termahal di Dunia, Mau Tau?

Tanaman Teh

Pernahkah terlintas di pikiran Anda teh termahal di dunia? Selama ini, masyarakat Indonesia mengonsumsi dan meyuguhkan minuman teh untuk tamu. Bukan hanya itu, teh sering sekali menjadi minuman pendamping makanan, terutama jika membeli makanan di luar.

Budaya minum teh konon asalnya dari daratan Cina. Tak heran apabila beberapa jenis teh termahal di dunia ini berasal dari negeri Tiongkok tersebut. Nah, berikut ini 5 jenis teh termahal di dunia yang sebaiknya Anda ketahui.

Da Hong Pao Tea

Teh ini dibandrol dengan harga US$1,2 juta atau setara dengan Rp15 miliar untuk satu kilogramnya. Dan teh ini sendiri sudah ada sejak Dinasti Ming.

Kepopuleran teh da hong pao ini dimulai dari kejadian ketika ibunda raja sakit kritis di masa Dinasti Ming. Diutuslah para prajurit untuk mencari teh sampai daerah Gunung Wu Yi. Kata da hong pao sendiri berarti ‘jubah merah’ yang menjelaskan prajurit berjubah merah yang mencari keberadaan teh yang sangat manjur ini.

BACA JUGA:
Panduan Lengkap Budidaya Buah Kawista yang Wajib Anda Tau!
Yuk Intip Inovasi & Teknologi Bidang Peternakan di Belanda
Panduan Lengkap Membuat Pupuk Bokashi Skala Industri, Mau Tau?

Panda Dung Tea

Sama seperti namanya, teh ini asalnya dari kotoran hewan Panda. Jangan salah paham dulu sebab yang dimaksud yaitu pemakaian pupuk dari kotoran panda sebagai penyubur tanaman teh. Oleh sebab itu, teh yang dihasilkan merupakan dark tea dengan aroma dan flavor khas dan lezat.

Teh panda dung ini bisa diperoleh dari daerah Pegunungan Szechuan di Cina Utara dengan harga mencapai US$ 70ribu atau Rp932 juta per kilogramnya.

Guanyin tea

Teh termahal di dunia nomor tiga merupakan guanyin tea. Teh ini dibanderol dengan harga US$3.000 atau Rp42 juta per kilogram teh. Teh Guanyin pertama kali ditanam di daerah Fujian, Cina. Jenis teh ini sendiri yaitu teh oolong, yakni teh yang diolah dengan setengah fermentasi. Keunggulan lainnya yaitu teh guanyin mampu diseduh sampai dengan 7 kali.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Tunas Yellow Gold

Harga dari teh Tunas Yellow Gold ini hampir sama dengan teh Guanyin, yakni US$3.000. Akan tetapi keistimewaan teh ini yaitu hanya ditanam di satu gunung, dipanen hanya satu hari dalam satu tahun, dan proses pemanenan dilaksanakan pada saat teh dalam keadaan kuncup. Dan teh ini dipercaya punya banyak manfaat kesehatan.

Taiwanese Insect Poop Tea

Dan yang terakhir, ada teh yang dijual dengan harga US$1.000 atau setara dengan Rp14 juta per kilogram. Adapun yang membedakan teh ini dengan teh lainnya yaitu Taiwanese Insect Poop tea dipanen dan ditumpuk dengan larva ulat sutera. Sangat unik bukan.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Mengulik 5 Jenis Teh Termahal di Dunia, Mau Tau? dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Waring Sayur untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Panduan Lengkap Budidaya Buah Kawista yang Wajib Anda Tau!

Budidaya Buah Kawista

Kawista merupakan tanaman buah dari famili Rutaceae yang asalnya dari India. Tanaman ini mempunyai kayu keras dan dengan pertumbuhan yang cukup lambat. Sebagai salah satu solusinya, maka harus memilih dari bibit unggul dari perbanyakan vegetatif.

Bibit inilah yang sering dimanfaatkan para pembudidaya untuk bisa memperoleh hasil buah yang lebih melimpah. Apabila ditanam melalui biji, maka akan butuh waktu lebih lama untuk berbuah. Jadi dilihat dari cara pembiakan yang lebih efektif untuk melaksanakan budidaya tanaman ini yaitu dengan metode vegetatif.

Memilih Bibit Unggul Buah Kawista

Tahap ini merupakan hal pertama yang harus dilaksanakan. Dengan memilih bibit unggul maka akan diperoleh tanaman yang unggul juga. Ciri tanaman ini yaitu tahan pada hama, pohon tak setinggi di alam liar jadi buah lebih gampang dipanen.

Bibit tersebut sering kali ditemui dari hasil perbanyakan vegetatif. Nah, inilah yang menjadi solusi bagi pembudidaya tanaman buah kawista ini. Tak hanya itu, buah juga akan berkualitas baik ukuran ataupun rasa manisnya sebab diperoleh dari bibit yang unggul juga.

Untuk memperoleh bibit buah ini ada satu cara lebih gampang dan praktis untuk diterapkan yaitu dengan membeli bibit langsung dari para penjual bibit unggul. Hal ini bisa dilaksanakan sesudah terlebih dulu menemukan toko bibit yang terpercaya. Dari sinilah akan diperoleh berbagai keunggulan. Pastinya semua itu akan lebih mempermudah proses budidaya.

BACA JUGA:
Yuk Intip Inovasi & Teknologi Bidang Peternakan di Belanda
Panduan Lengkap Membuat Pupuk Bokashi Skala Industri, Mau Tau?
Yuk Mengenal Jenis Alat Tulis yang Bisa Ditanam, Apa Itu?

Budidaya dengan Sistem Tabulampot

Buah kawista adalah tanaman yang banyak dijadikan model tanaman tabulampot. Dengan segala kemudahan yang diperoleh, maka metode ini banyak dipakai.

Khususnya bagi yang tak mempunyai lahan luas untuk budidaya tanaman, maka tabulampot menjadi pilihan yang utama. Bibit kawista memang mempunyai beberapa keunggulan bila dibandingkan dengan jenis bibit buah lainnya jadi sangat cocok untuk dibudidayakan.

Bibit tanaman ini bersifat adaptif jadi sangat gampang tumbuh di dataran rendah dan dataran tinggi. Termasuk didalam media berupa pot, tanaman ini relatif gampang untuk dibudidayakan.

Dengan metode inilah, maka panen pertama bisa lebih cepat. Bibit pohon kawista bisa berbuah pada usia 3-4 tahun dengan perawatan rutin dan pemberian pupuk yang tepat.

Bila jenis buah lain bisa berbuah rata-rata setahun sekali, jenis buah yang satu ini mampu berbuah lebih dari dari sekali dalam setahun. Bisa dikatakan bahwa tanaman kawista bisa berbuah tanpa mengenal musim. Karena adanya beberapa kelebihan tersebut, membuat kawista sangat cocok untuk dibudidayakan.

Perawatan Tanaman Budidaya Kawista

Sama halnya budidaya tanaman lain, perawatan pohon buah jenis ini tak terlalu berbeda. Terutama untuk buah-buah tropis yang sangat baik ditanam di Indonesia, semuanya memerlukan perawatan mulai dari pemilihan media tanam sampai proses pemupukan yang tepat. Perawatan tanaman ini bisa terdiri dari:

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

* Penyediaan Unsur Hara Pada Media Tanam
Faktor ini sangat penting terutama di awal penananam bibit. Sebab, bibit harus ditanam di tanah yang gembur dan kaya unsur hara. Bila memungkinkan, bisa ditambah dengan pupuk organik untuk mengkondisikan tanah supaya lebih gembur.

* Penyiraman Media Tanam
Proses penyiraman bisa dilaksanakan setiap hari, tetapi jangan sampai memberikan efek berupa kelembaban yang berlebihan pada tanah. Sebab pada dasarnya, tanah kering merupakan yang paling cocok untuk budidaya tanaman ini.

* Pemupukan
Pemberian pupuk organik bisa menjadi pilihan untuk menyuburkan tanah. Bukan hanya itu, pemupukan yang teratur juga membantu proses pembentukan bunga dan buah pada tanaman ini. Berikan juga insektisida atau pestisida secukupnya ketika penyakit dan hama mulai menyerang tanaman buah.

* Pembasmian Gulma
Rumput liar yang tumbuh di sekeliling tanaman adalah salah satu bentuk gangguan pada pertumbuhan tanaman budidaya. Jadi pastikan untuk membersihkan tanaman pengganggu di sekitar media tanah, baik di pot ataupun di lahan, tanaman pengganggu harus dibuang. Hal ini memungkinkan pohon bisa menyerap dengan sempurna semua unsur hara di dalam tanah.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Panduan Lengkap Budidaya Buah Kawista yang Wajib Anda Tau!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Waring Sayur untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Panduan Lengkap Membuat Pupuk Bokashi Skala Industri, Mau Tau?

Pupuk Bokashi

Pupuk bokashi bisa menjadi alternatif pupuk alami yang sekarang ini sudah banyak beredar di pasaran. Bukan hanya itu, Anda juga bisa membuat sendiri pupuk yang teknik pembuatannya berasal dari Jepang ini. Tak hanya dalam skala rumah tangga, pembuatan pupuk bokashi juga dikerjakan dalam skala industri.

Pupuk ini pertama kali dipopulerkan oleh Prof. Dr. Teruo Higa. Diperlukan mikroorganisme EM4 yang membantu proses fermentasi dalam pembuatan pupuk ini. Bahan baku yang dibutuhkan juga sederhana, yaitu bisa berasal dari limbah organik. Didalam pembuatan pupuk skala industri ini, Anda dapat memakai sisa panen dan limbah peternakan.

Bahan baku yang harus disiapkan dalam pembuatan pupuk bokashi skala indsutri diantaranya, Anda memerlukan 200 kg jerami atau sisa hijauan lain, 600 kg kotoran ternak yang sudah dikeringkan, 50 kg serbuk gergaji atau bisa diganti dedak, 50 kg arang sekam, 100 kg humus, dan 1 liter larutan dekomposer EM4 serta 1 kg gula pasir.

BACA JUGA:
Yuk Mengenal Jenis Alat Tulis yang Bisa Ditanam, Apa Itu?
12 Cara Jitu Perawatan Bibit Ikan Lele Saat Musim Hujan
Revolusi Industri 4.0 Membuat Petani Lebih Tenang saat Budidaya, Kok Bisa?

Humus tersebut bisa berupa tanah top soil. Sebaiknya gunakan tanah hutan untuk hasil yang lebih maksimal. Dalam pembuatan pupuk, pilihlah tempat fermentasi yang terlindung dari air hujan dan paparan sinar matahari secara langsung.

Untuk lubang yang diperlukan mempunyai ukuran panjang 2 m, lebar 1 m, dan kedalamannya berkisar 30—50cm. Apabila Anda memakai bahan baku yang lebih banyak, Lebih baiknya ukuran lubang juga diperbesar.

Pembuatan diawali dengan mencacah jerami dan hijauan lain sampai ukurannya mengecil. Campurkan seluruh bahan organik dan aduk sampai merata. Pakailah cangkul atau sekop sebagai alat bantu.

Apabila Anda merasa bahwa tanah yang dipakai asam, tambahkan abu Mg dan kapur Ca. Pemberian tambahan mineral ini dipakai untuk memperkaya kandungan hara pada pupuk.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Selanjutnya encerkan dekomposer EM4 yang terdiri atas bakteri fotosintesis, bakteri asam laktat (Lactobacillus sp.), Actinomycetes, dan ragi, ingat lakukan di lain wadah. Dalam 1 liter larutan dekomposer tersebut bisa dicampurkan dengan 200 liter air pengencer. Masukkan juga 1 kg gula pasir. Kemudian siramkan larutan pada bahan baku yang sudah dicacah. Aduk sampai larutan merata.

Kelembapan yang dipakai sebaiknya sekitar 30%—40%. Supaya lembap, kepalkan campuran sampai menggumpal, tetapi jangan sampai air yang dipakai ikut keluar. Apabila kurang lembap, Anda bisa menambahkan air pada bahan baku.

Setelah itu tutup rapat seluruh lubang fermentasi dengan plastik atau terpal. Waktu yang dibutuhikan dekomposer untuk mengubah bahan baku menjadi pupuk sekitar 7—14 hari. Kontrol suhu maksimal fermentasi, yaitu maksimal 45 derajat Celcius dengan cara mengaduk campuran supaya suhunya turun. Sesudah warna dan aromanya menyerupai tanah, pupuk bisa langsung dipakai.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Panduan Lengkap Membuat Pupuk Bokashi Skala Industri, Mau Tau? dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Waring Sayur untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Revolusi Industri 4.0 Membuat Petani Lebih Tenang saat Budidaya, Kok Bisa?

Revolusi Industri 4.0 Sektor Pertanian

Distributor Waring Sayur Mulyana Harga Murah – Lim Corporation

Sektor pertanian tak mungkin dapat mencukupi keperluan masyarakat yang terus bertambah tanpa adanya teknologi. Inisiatif Kementan untuk menggenjot produktivitas pertanian dengan menerbitkan Revolusi Industri 4.0 di bidang pertanian untuk menjawab tantangan. Dunia saat ini telah memasuki era revolusi industri yang ke-empat atau disebut juga Industri 4.0, ditandai dengan penggunaan mesin-mesin otomasi yang terintegrasi dengan jaringan internet.

Bidang pertanian juga harus beradaptasi untuk menjawab tantangan ke depan. Untuk kedepannya olah lahan, tanam, panen sampai pengolahan dikerjakan memakai remote control dari rumah. Teknologi mekanisasi pertanian ini adalah salah satu komponen penting untuk pertanian modern dalam mencapai target swasembada pangan berkelanjutan. Inovasi dan pemanfaatannya oleh petani harus terus didorong.

Ada lima teknologi utama yang menopang implementasi Industri 4.0, yaitu Internet of Things, Artificial Intelligence, Human-Machine Interface, teknologi robotic dan sensor, serta teknologi 3D Printing. Kelimanya mentransformasi cara manusia berinteraksi sampai pada level yang paling mendasar, juga diarahkan untuk efisiensi dan daya saing industri.

Dari implementasi Industri 4.0 disektor pertanian, harapannya proses usaha tani menjadi semakin efisien, peningkatan produktivitas, dan daya saing. Apabila dulu tanam 1 hektare perlu Rp2 juta, sekarang ditekan lewat mekanisasi pertanian jadi Rp1 juta. Bila diterapkan 16 juta lahan pertanian, sudah hemat 16 triliun. Dan itu pun baru dari sisi tanam, belum panen dan lain sebagainya.

BACA JUGA:
Tips Mudah Budidaya Jahe Merah Agar Sukses dan Menguntungkan
Ingat! Hal-hal yang Wajib Diperhatikan Sebelum Mulai Hobi Berkebun
Yuk Kepoin Perbedaan Antara Benih Tomat OP dan Hibrida
Mengenal Bonnotte, Tanaman Kentang Rasa Rumput Laut

Cara untuk mendukung sektor pertanian pada revolusi industri 4.0 yang akan datang, sedang bereksperimen dengan model dan inovasi bisnis baru, yaitu pertanian presisi, pertanian vertikal, pertanian pintar. Data besar, sensor dan drone, alat analisis, internet pertanian dan otomatisasi alsintan adalah beberapa teknologi yang mendukung industri 4.0. Memanfaatkan teknologi Internet of Thing (IoT) dalam internet pertanian yaitu untuk menyambungkan benda-benda sekitar kita dengan internet melalui smarphone ataupun gadget lainnya.

Hal tersebut melengkapi dan mengembangkan praktek pertanian modern yang selama ini sudah dijalankan termasuk dalam pemanfaatan irigasi, pengolahan lahan, penggunaan pupuk dan pestisida, pengembangan varietas tanaman baru, pengolahan pasca panen, hingga pemasaran.

Oleh karena itu, Kementerian Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) juga sudah mendukung pengembangan Industri 4.0 dengan memanfaatkan teknologi-teknologi cloud computing, mobile internet dan mesin cerdas, setelah itu digabung menjadi generasi baru yang digunakan untuk menggerakkan traktor jadi mampu beroperasi tanpa operator, pesawat drone untuk deteksi unsur hara, dan robot grafting.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Pada kesempatan tersebut, Balitbangtan meluncurkan teknologi yang dikembangkan dengan kombinasi antara teknologi cloud computing dengan mobile internet, yaitu UPJA Smart Mobile dan SAPA MEKTAN. Pengertian UPJA Smart Mobile yaitu aplikasi android yang dipakai untuk melaksanakan usaha di bidang jasa seperti jasa pengolahan tanah, irigasi, penanaman padi, panen padi, penggilingan padi, jual benih, jual gabah, pelatihan untuk operator alsintan, perawatan dan perbaikan alsintan, dan penjualan suku cadang alsintan.

Banner Waring Sayur

Sementara, SAPA MEKTAN adalah aplikasi administrasi pengujian alsintan online berbasis android dan berbasis web yang digunakan di Laboratorium Penguji BBP Mektan. Penerbitan inovasi lainnya yang dihasilkan Balitbangtan, antara lain seperti Smart irrigation, smart green house, telescoping boom sprayer, mobile dryer, rice Upland Seeder by Farm Dozer, jarwo riding transplanter, penanam benih padi, alsin penanam tebu dan pemasang drip line irigasi, dan kandang ayam close system mendukung Program Bekerja.

Semua inovasi teknologi Badan Litbang yang dilaunching hari ini diharapkan diadopsi dan diproduksi massal oleh para perusahaan alsintan yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas usaha tani sehingga mampu meningkatkan produksi usahatani dan kesejahteraan petani.

Demikian pembahasan artikel tentang “Revolusi Industri 4.0 Membuat Petani Lebih Tenang saat Budidaya, Kok Bisa?”, semoga bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Waring Sayur untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3