5 Tahapan Sukses Dalam Pembenihan Lobster, Mau Tau?

Tips Budidaya Lobster

Usaha pembenihan lobster air tawar merupakan langkah awal untuk mendapatkan benih berkualitas. Benih lobster memang banyak dijual, tetapi kualitas benih tidak bisa diketahui dengan pasti. Benih yang dibeli di pasaran biasanya hanya bisa dinilai dari penampakan luar dan bobot badan.

Penting untuk mengetahui umur dan data induk benih lobster. Hal ini karena kedua hal tersebut dapat memengaruhi kualitas pertumbuhan dari benih lobster itu sendiri, seperti tingkat pertumbuhan benih. Usaha pembenihan lobster bisa dibilang cukup rumit. Pasalnya, perlu dilakukan dengan benar dan sesuai dengan stadia benih yang digunakan. Berikut ini tahapan pembenihan lobster untuk menghasilkan lobster berkualitas.

* Pengadaaan dan Pemilihan Induk Lobster

Tahapan usaha untuk melakukan pembenihan lobster air tawar itu diawali dengan pengadaan induk. Induk yang digunakan pun tidak bisa sembarangan. Oleh karena itu, selain mengadakan induk, Anda juga harus melakukan pemilihan calon induk yang baik.

Induk yang dipilih harus memiliki catatan yang baik. Catatan ini meliputi umur dan ukuran, induk harus berasal dari proses seleksi yang terprogram, induk berasal dari hasil silangan, silsilah induk tetua harus diketahui, induk sudah diaklimatisasi, induk domestik, dan nafsu makan induk tinggi.

Baca Juga:
Teknik Pemasaran Sayur Organik Ala Milenial, Harus Dicoba Nih!
Atasi Retak Daun Saat Proses Tanam dengan Cara Jitu Ini, Mau Tau!
Ternyata, Ini Alasan Mengapa Pembudidaya Lele Harus Gunakan Metode Bioflok!

* Aklimatisasi

Selanjutnya, induk yang sudah dipilih harus diaklimatisasi dengan lingkungan kolam terlebih dahulu. Tujuan dari aklimatisasi adalah untuk menekan angka kematian induk, terutama pada saat awal penebaran.

Sebelum dilakukan aklimatisasi, perhatikan asal induk dan perlakuan induk saat dikirim. Saat aklimatisasi, lobster tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung agar lobster tidak stres. Dengan aklimatisasi, angka kematian lobster dapat ditekan hingga 20 persen.

* Pembenihan di Kolam

Perkawinan induk tidak terlalu sulit ketika seluruh kriteria pemilihan sudah terpenuhi. Perkawinan dapat dilakukan langsung di kolam tanah ataupun di kolam semen. Induk yang sudah bertelur akan ditandai dengan sering berdiam diri dibandingkan lobster lain dan melipat tubuhnya ke dalam hingga ke kaki ke lima.

Jika mendapatkan induk yang sudah bertelur, segera pindahkan ke kolam tanah agar mendapatkan pakan alami yang lebih banyak. Benih akan menetas sekitar 1 bulan berikutnya. Benih yang sudah menetas masih akan menempel dengan induknya. Sebab, mereka masih membutuhkan makanan berupa lendir yang ada pada tubuh induk.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

* Perontokan Benih

Ketika 8—15 hari setelah menetas, larva tersebut sudah memiliki bentuk seperti induknya dan sudah bisa mencari perlindungan. Pada tahap ini, juvenile atau benih dapat dibantu untuk dilepaskan dari induknya dengan cara perontokan benih. Perontokan benih baru dapat dilakukan setelah dua minggu saat benih pertama lepas dari gendongan induknya.

* Pemeliharaan Benih

Pemeliharaan benih dapat dilakukan selama 3,5—4 bulan setelah induk berpindah ke kolam tanah. Saat memelihara benih, Anda harus memerhatikan seluruh kualitas air harus berjalan dengan baik.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “5 Tahapan Sukses Dalam Pembenihan Lobster, Mau Tau?” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Waring Ikan untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Teknik Pemasaran Sayur Organik Ala Milenial, Harus Dicoba Nih!

Sayuran Organik

Banyak orang tertarik tren urban farming. Bahkan, bukan hanya untuk skala konsumsi, melainkan sudah mulai tertarik untuk mengembangkannya menjadi bisnis. Namun, tidak jarang banyak yang belum tahu bagaimana cara pemasaran sayur organik yang mereka hasilkan. Simak penjelasan berikut agar Anda tidak kebingungan untuk melakukan pemasaran.

Pada umumnya hasil sayuran yang didapatkan dari bertanam secara organik dengan sistem hidroponik, akuaponik, ataupun vertikultur akan memiliki harga jual tinggi. Hal ini dikarenakan kandungan nutrisi yang terkandung lebih baik jika dibandingkan dengan sayuran yang dihasilkan dari perkebunan konvensional.

Harga jual tinggi tidak akan menghasilkan pendapatan apabila sayuran dan ikan tidak dipasarkan dengan baik. Sebagian masyarakat masih ragu untuk memulai usaha berbisnis sayuran organik karena tidak tahu akan dipasarkan ke mana sayuran tersebut.

Sebelum melakukan pemasaran sayur organik, Anda harus sudah mengenal dengan baik sayuran organik tersebut. Ciptakan kualitas yang baik serta lakukan pemasaran yang menarik sehingga konsumen atau pelanggan jatuh hati pada produk Anda. Ketika konsumen sudah jatuh hati, mereka akan mempromosikan produk Anda. Berikut ini beberapa cara pemasaran yang dapat Anda lakukan.

Baca Juga:
Atasi Retak Daun Saat Proses Tanam dengan Cara Jitu Ini, Mau Tau!
Ternyata, Ini Alasan Mengapa Pembudidaya Lele Harus Gunakan Metode Bioflok!
Selain Menghasilkan Minyak, Ternyata Limbah Sawit Juga Bermanfaat Loh!

Media Sosial

Media sosial merupakan wadah paling mudah untuk melakukan pemasaran yang efektif untuk menjangkau konsumen dari segala penjuru. Anda dapat gunakan media sosial atau website. Sudah banyak website atau media sosial yang digunakan oleh petani milenial sukses untuk memasarkan produknya.

Dijual Langsung dari Garasi Rumah

Jika sayuran yang Anda hasilkan banyak, Anda dapat melakukan pemasaran dengan cara yang amat mudah. Cukup sediakan lapak kecil di garasi rumah untuk memajang hasil sayuran Anda. Anda dapat melakukan berbagai teknik pengiklanan yang menarik dengan menuliskan kelebihan produk.

Ikut Serta Pada Acara Pameran dan Bazar

Melalui pameran, Anda dapat melakukan ekspansi pasar lebih luas lagi. Pengunjung pameran dan bazar akan berasal dari berbagai daerah. Bahkan, tidak jarang pengunjung pameran atau bazar merupakan orang berpengaruh atau seorang influencer. Jadi, siapkan produk yang terbaik.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Pemasaran ke Swalayan

Harga sayuran organik memang terbilang lebih mahal sehingga target pembeli sudah pasti mereka yang memiliki kemampuan lebih. Anda dapat memasarkan produk melalui kerja sama dengan toko swalayan.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Teknik Pemasaran Sayur Organik Ala Milenial, Harus Dicoba Nih!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Waring Sayur untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Atasi Retak Daun Saat Proses Tanam dengan Cara Jitu Ini, Mau Tau!

Plastik Penutup Tanaman

Pasar umumnya menolak sayuran yang kondisi daunnya retak. Dan bahkan, ada daun sayuran bisa robek di beberapa bagian. Retak daun memang bisa timbul ketika masih masa penanaman. Yang awalnya retakan halus, sampai akhirnya sesudah sekitar 4—5 hari daun akan patah. Akibatnya ketika proses penyortiran, daun tersebut tak bisa digunakan. Solusi mengatasi retak daun bisa dilaksanakan proses penyungkupan.

Retak yang terjadi di daun bisa diakibatkan oleh banyak faktor. Salah satunya yaitu tindakan pemupukan unsur nitrogen yang berlebihan. Faktor tanah juga bisa menjadi pendukung retak pada daun menjadi parah. Salah satunya, kondisi tanah yang memiliki tingkat kelembapan terlalu tinggi akibat terlalu berlebihan ketika melaksanakan proses penyiraman.

Oleh sebab itu, penting memberikan pupuk dengan unsur antara nitrogen, fosfor, dan kalium yang berimbang. Bukan hanya itu, penting untuk memahami teknik penyiraman yang tepat. Penyiraman yang tepat harus menyesuaikan dengan kondisi cuaca serta suhu yang sedang terjadi.

Baca Juga:
Ternyata, Ini Alasan Mengapa Pembudidaya Lele Harus Gunakan Metode Bioflok!
Selain Menghasilkan Minyak, Ternyata Limbah Sawit Juga Bermanfaat Loh!
Pahami Faktor Penting Ini Sebelum Melakukan Budidaya Gurami

Pada saat musim hujan, penyiraman tak perlu dilaksanakan setiap hari. Akan tetapi, pada musim kemarau penyiraman bisa dilaksanakan sebanyak dua kali sehari. Penyiraman yang terlalu banyak mengakibatkan daun menyerap air secara berlebih sehingga kandungan air di dalam daun menjadi banyak. Dengan begitu, ketika suhu udara tinggi, terjadi penguapan yang tinggi dan memicu timbulnya retak di permukaan daun.

Sungkup merupakan teknik melindungi tanaman dari terpaan air hujan secara langsung dan sekaligus mencegah embun menempel pada daun. Daun yang sudah retak bisa mengundang cendawan sehingga mempercepat proses pembusukan pada tanaman.

Pemakaian sungkup sudah terbukti mampu mengurangi kegagalan panen. Hal ini bisa dilihat dari penanaman sayuran di dataran tinggi yang mempunyai suhu tinggi mampu ditekan angka retak daun karena menyungkupkan tanaman.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Sungkup bisa dibuat dari plastik ataupun jaring serangga. Kedua bahan ini mampu menahan laju air hujan yang menerpa tanaman dan sekaligus menghindari tanaman dari terpaan sinar matahari secara langsung.

Sungkup bisa dipasang ketika bibit berumur 7 hari dengan tinggi 5cm—6cm dan terdapat 2—3 helai daun, kemudian dipindahkan ke bedengan untuk dibesarkan. Saat itu sungkup dipasang di atas bedengan dengan memakai kerangka bambu untuk menopang sungkup.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Atasi Retak Daun Saat Proses Tanam dengan Cara Jitu Ini, Mau Tau!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Waring Sayur untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3